Tampilkan postingan dengan label spot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spot. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

7 Penyakit Yang Akan Terus Menghantui Perokok

Kenikmatan merokok hanya bisa dinikmati dalam beberapa menit, tetapi batang tembakau tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius sepanjang hidup Anda. Bagi perokok, ada banyak penyakit yang mengintainya.

Bahan kimia dalam produk tembakau dapat mengurangi oksigen ke jantung dan menyebabkan kelelahan, terutama selama aktivitas fisik. Mungkin juga ada kerusakan sel-sel dalam arteri dan pembuluh darah dari waktu ke waktu, yang dapat menyebabkan banyak penyakit.

Berikut penyakit-penyakit yang harus diwaspadai para pecandu rokok.


1. Penyakit jantung
Merokok menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung.

Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.

Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.

2. Penyakit paru
Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan jauh lebih buruk di kemudian hari, menurut American Cancer Society.

3. Kanker paru dan kanker lainnya
Kanker paru-paru telah lama dihubungkan dengan kebiasaan merokok, yang juga dapat berkontribusi terhadap kanker lain seperti dari mulut, kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga telah dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher rahim dan kanker darah (leukemia).

4. Diabetes
Merokok meningkatkan risiko terkena diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.

5. Impotensi
Merokok merupakan faktor risiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke berbagai wilayah tubuh. Pembuluh darah ke penis mungkin akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi atau impotensi.

6. Kebutaan
Perokok memiliki peningkatan risiko degenerasi makula, penyebab kebutaan pada orang tua. Sebuah studi yang diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' tahun 2007 menemukan bahwa perokok empat kali lebih mungkin dibanding bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yang merusak makula, pusat retina, menghancurkan penglihatan sentral tajam.

7. Penyakit mulut
Selain kanker pada mulut dan leher, merokok juga meningkatkan risiko penyakit gusi serta menyebabkan masalah gigi dan napas. Merokok mengganggu proses penyembuhan dengan mengurangi oksigen dan nutrisi ke jaringan gusi. Jaringan cenderung tidak menanggapi pengobatan, yang mengakibatkan kerusakan gusi dan gigi tanggal.


sumber

Rabu, 09 Mei 2012

7 Kondisi Kesehatan yang Fatal Akibatnya Jika Di Anggap Sepele

Beberapa kondisi kesehatan yang sepele seperti gangguan tidur, sakit kepala hingga sembelit bisa berbahaya jika diabaikan. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit serius lainnya seperti masalah jantung dan kanker.

Berikut 7 kondisi kesehatan yang bisa berbahaya jika diabaikan dan tidak segera ditangani secara medis s antara lain:

1. Gangguan tidur
Jangan mengabaikan masalah pada tidur seperti insomnia, mendengkur, atau tingginya tingkat kelelahan bisa jadi merupakan gejala adanya masalah pada jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi.

Konsultasikan masalah pada tidur Anda dengan dokter untuk mengetahui hal tersebut bukan merupakan gejala penyakit yang serius.

2. Vagina berbau tidak sedap
Seseorang kadang mengabaikan atau menunda memeriksakan kondisi vaginanya yang mengeluarkan cairan kental dan bau tidak sedap karena hanya menganggap akibat infeksi rutin bakteri yang tidak berbahaya.

Tapi ternyata, kondisi tersebut bisa jadi merupakan gejala kanker serviks yang jarang terjadi disebut kanker serviks neuroendokrin. Gejala pertama yang ditandai masalah pada vagina sudah merupakan stadium IV kanker jenis ini.

3. Sembelit
Anda harus buang air besar satu sampai tiga hari sekali secara rutin. Jangan mengabaikan masalah sembelit yang terjadi dalam waktu lebih dari tiga hari karena sembelit dapat menunjukkan penyumbatan pada saluran pencernaan, tumo, atau prolaps di usus besar. Hal ini harus segera diperiksakan ke dokter.

4. Sakit kepala
Meskipun sakit kepala merupakan nyeri yang sangat akrab dengan kebanyakan orang, tetapi kadang sakit kepala juga dapat menunjukkan adanya masalah serius seperti tumor otak atau meningitis.

Jika sakit kepala Anda disertai leher kaku, demam, muntah atau berlangsung pada waktu yang lama (lebih dari beberapa hari), itu harus diperiksakan ke dokter.

Jangan abaikan juga sakit kepala yang tiba-tiba disertai bicara cadel, masalah penglihatan, kesulitan bergerak lengan dan kaki, kehilangan keseimbangan, kebingungan atau kehilangan memori.

Jangan abaikan juga sakit kepala yang terus bertambah berat selama periode waktu 24 jam dan sakit kepala yang terjadi karena cedera.

5. Sakit gigi dan nyeri pada wajah
Dr. Kathy Gruver, seorang dokter dan penulis buku The Alternative Medicine Cabinet pernah bertemu dengan pasien yang mengeluh sakit gigi dan juga merasakan nyeri pada wajahnya.

Ternyata pasien tersebut menderita herpes zoster pada saraf wajah dalam jangka waktu yang lama. Karena tidak ditangani dengan cepat, hal tersebut mengarah pada neuropati menyakitkan dan permanen di wajah yang bisa menyebabkan kebutaan.

6. Diare
Jika Anda mengalami diare selama lebih dari beberapa hari, jangan tinggal diam! Ini bisa mengindikasikan masalah serius, seperti tumbuhnya parasit di perut, kanker, masalah pada pankreas, empedu, kandung kemih dan banyak lagi.

Menggunakan obat anti diare saja bukanlah solusi yang tepat karena pada keadaan yang telah buruk, Anda dapat kehilangan cairan tubuh dan perlu perawatan rumah sakit.

7. Refluks asam
Refluks asam dapat menyebabkan mulas, erosi gigi, dan gejala asma seperti ketika isi perut yang disedot ke dalam paru-paru. Refluks asam juga dapat menyebabkan kanker kerongkongan.

Kondisi ini merupakan penyakit progresif akibat memburuknya katup anti refluks di kerongkongan. Bicarakan dengan dokter Anda tentang perawatan yang terbaik untuk Anda.


sumber

7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Kulit

Apakah Anda beranjak ke tempat tidur masih dengan mengenakan maskara? Atau Anda suka mencoba produk-produk kulit terbaru? Kesalahan umum ini tampaknya bukanlah masalah besar, namun tahukah Anda jika dari waktu ke waktu kebiasaan itu akan merusak kulit dan membuat Anda tampak lebih tua dari usia Anda sebenarnya?


Namun jangan khawatir, berikut ini akan dipaparkan 7 kebiasaan buruk yang ternyata buruk bagi kulit Anda disertai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kerusakan kulit seperti dikutip dari CBSNews, Selasa (8/5/2012).


1. Tak Memakai Tabir Surya
Cara terburuk yang Anda lakukan untuk membuat kulit Anda menu adalah tidak menggunakan tabir surya setiap hari.


"Matahari merupakan penyebab utama penuaan kulit," ujar Dr. Neil Sadick, dokter ahli kulit yang berdomisili di New York City. Bahkan matahari dapat mencapai kulit Anda meskipun kondisi cuacanya berawan, hujan maupun bersalju.


Dr. Sadick pun menambahkan, "Sinar UV yang merusak kulit dapat menembus kaca sehingga Anda perlu memakai tabir surya, bahkan di dalam ruangan sekalipun.


Sadick menyarankan Anda untuk memilih tabir surya yang bisa menghalangi sinar UVA dan UVB dengan SPF minimal 30. Bisa juga dengan tabir surya yang diperkaya antioksidan dan mengandung komposisi seperti resveratrol, vitamin C, idebenone atau coffee berry yang bisa memberikan perlindungan tambahan.


2. Mengabaikan Kulit Tangan dan Leher
Wajah Anda bukanlah satu-satunya bagian tubuh yang memerlukan sedikit perlindungan. Sama halnya dengan kulit, paparan matahari yang berlebihan juga bisa merusak kulit tangan dan leher Anda. Menurut Dr. Sadick, jika hal itu terjadi, kedua area tubuh ini akan menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti munculnya noda hitam, kering dan kehilangan kekencangan.


Perlakukan leher dan bagian belakang tangan Anda sama seperti wajah Anda dengan banyak-banyak mengoleskan pelembab dan tabir surya. Meski Anda mampu membeli produk yang spesifik untuk tubuh, namun Anda cukup menggunakan tabir surya yang sama untuk wajah, kata Dr. Sadick.


3. Melakukan Pengobatan terhadap Jerawat
Berkat fluktuasi hormon, wanita di atas 40 tahun secara rutin mengalami masalah jerawat. Namun menggunakan pengobatan khusus untuk mengurangi bintik-bintik merah tersebut hanya akan mengeringkan kulit Anda dan kulit Anda teriritasi.


Menurut Dr. Carolyn Jacob, direktur Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology, daripada melakukan itu, bersihkan seluruh wajah Anda dengan pembersih yang mampu melawan jerawat atau aplikasikan pelembab sehari sekali untuk mencegah jerawat muncul kembali.


4. Tidur Tanpa Menghapus Riasan
Anda mungkin tergoda untuk segera tidur setelah seharian sibuk bekerja tanpa membersihkan wajah. Namun sayangnya melewatkan pembersih di malam hari justru bisa memunculkan jerawat.


Sepanjang hari, racun-racun di sekitar kita (seperti kotoran dan polusi) menempel pada kulit dan menyerang pori-pori sehingga menyebabkan masalah kulit, ujar Dr. Sadick. Jadi jangan tidur dulu sebelum Anda cuci muka. Gunakan pembersih yang bagus dan selamatkan kulit Anda. Anda juga bisa menyiapkan handuk pembersih di samping tempat tidur.


5. Mengganti Produk Kulit Terlalu Cepat
Jika Anda merasa frustasi karena pelembab anti penuaan baru Anda tidak bekerja dengan baik, tetaplah menggunakannya untuk beberapa waktu sebelum menggantinya. Berpindah dari satu produk ke produk lainnya dapat memberi kesan bahwa tidak ada produk yang mampu bekerja dengan baik untuk kulit Anda.


Dr. Jacob pun merekomendasikan untuk memakai produk baru minimal 6 minggu untuk menghasilkan perubahan pada kulit. "Satu siklus kulit butuh waktu 30 hari (bagi sel-sel baru untuk mencapai lapisan kulit teratas) sehingga untuk melihat perbedaan yang dilakukan produk terhadap tekstur, sifat dan kecerahan kulit Anda maka Anda harus menggunakannya lebih dari sebulan," jelasnya.


Jika produk tersebut mengandung komposisi anti penuaan, tunggulah lebih lama. Kulit Anda butuh waktu sekitar empat bulan untuk meregenerasi kolagen dan elastin, tambahnya.


6. Memakai Beberapa Produk Sekaligus
Jika kulit Anda mengalami iritasi setelah Anda menggunakan beberapa produk baru, Anda takkan tahu apa yang menyebabkan masalah itu dan menganggap seluruh produk tersebut menjengkelkan.


Lebih baik, "mulailah dengan menggunakan satu produk terlebih dulu dan baru mengkombinasikannya dengan produk lain setiap dua minggu sekali," kata Dr. Jacob. Dengan begitu, Anda akan lebih mampu untuk mengidentifikasi apa yang memperparah masalah kulit Anda atau apa kombinasi produk yang membuat kulit Anda rusak.


Plus, Anda akan menghemat pengeluaran dengan hanya membeli apa yang Anda butuhkan.


7. Menghemat Jam Tidur
Tak cukup tidur dapat mempercepat penuaan kulit dan dalam jangka pendek hal itu bisa menyebabkan lingkaran hitam di sekitar mata dan kulit loyo. Pada siang hari, sel kulit berjuang melawan serangan gencar dari tekanan seperti sinar UV dan polusi.


Tidur pun menjadi sangat penting karena hormon-hormon stres menurun ke kadar normal pada malam hari, memberikan waktu untuk sel-selnya memperbaiki dan meremajakan diri, kata Dr. Jacob.


Stres juga bisa meningkatkan kadar hormon kortisol yang mampu meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan jerawat, tambahnya. Jadi pastikan Anda tidak mengurangi jam tidur yang Anda butuhkan.


sumber 

Sabtu, 05 Mei 2012

Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kuku Jari

Kuku bersih dan terawat akan terlihat cantik. Tapi, merawat kuku bukan sekadar bagian dari ritual kecantikan. Kondisi kuku ternyata juga bisa menjadi indikator kesehatan.



Seperti dikutip dari laman Times of India, gejala-gejala ini berbeda dari penyakit kuku, karena tanda-tanda ini mungkin hanya memperingatkan Anda tentang penyakit dalam tubuh yang mungkin tidak disadari. Meskipun kuku itu sendiri hanyalah sebuah jaringan yang mati, area di bawah kutikula dan kuku hidup dan daerah-daerah sekitarnya membuat kuku rentan terhadap kerusakan atau infeksi. Maka penyakit dengan mudah dapat terlihat lewat cerminan kuku.

Spesialis Dermatologi, Dr Nina Madnani menjelaskan, "Ketika memeriksa pasien, kami juga memeriksa kuku. Seperti kulit, kuku merupakan indikator yang sangat baik dari apa yang terjadi di dalam tubuh Anda. Jika kuku Anda sehat, halus dan merah muda dengan permukaan agak melengkung, tubuh Anda mungkin sehat juga."

Meskipun perubahan kuku menunjukkan berbagai kondisi, perubahan ini jarang merupakan gejala awal. Ketidaknormalan kuku lainnya juga seringkali tidak berbahaya. Seperti misalnya, tidak semua orang dengan kuku yang pucat mengalami hepatitis.

"Perubahan warna atau bentuk bisa disebabkan beberapa alasan. Salah satunya, akibat dari infeksi kuku lokal. Sebagai contoh, kuku menguning bisa karena penggunaan cat kuku berlebihan atau pengeras kuku, namun bisa juga mengindikasikan hepatitis," kata Dr Nina.

Kuku juga cenderung menyerap berbagai zat, sehingga warna kuku mudah mengalami perubahan. Misalnya, pada perokok atau orang yang sering berurusan dengan bahan kimia tertentu. "Jika terjadi perubahan warna kuku, kami juga perlu mengidentifikasi latar belakang pasien, agar diagnosisnya lebih tepat," kata Dermatolog Dr Sunil Tahiliani.

Lantas, kapan perlu khawatir? Menurut Dr Sunil, Anda perlu memeriksakan kondisi tubuh ke dokter jika, perubahan warna atau tekstur kuku terjadi dalam waktu lama, atau bahkan permanen.

Berikut ini, ciri-ciri kuku yang bisa mengindikasi suatu penyakit:

- Jika memiliki kuku rapuh, kemungkinan tubuh mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini juga bisa dijadikan indikator defisiensi biotin, gangguan ginjal, tiroid atau masalah sirkulasi darah.

- Kuku cekung (bengkok ke dalam) adalah gejala kekurangan zat besi dan vitamin B12.

- Jika permukaan kuku tidak mulus atau berkerut bisa menunjukkan Anda kekurangan Vitamn C. Kondisi ini juga dapat menandakan psoriasis, atau kurangnya asam folat dan protein.

- Kuku membiru. Kuku dengan semburat warna biru bisa menunjukkan, tubuh kekurangan oksigen. Hal ini juga dapat mengindikasikan infeksi paru-paru, seperti pneumonia.

- Kuku memerah. Jika kulit di sekitar kuku tampak merah dan mengembang, hal ini biasanya akibat radang lipatan kuku. Kemungkinan hal ini merupakan akibat penyakit lupus atau kelainan jaringan yang lain.

- Kuku dengan garis hitam di tengahnya. Garis hitam di tengah di bawah kuku perlu diperiksa secepat mungkin. Kadang-kadang kondisi ini disebabkan melanoma, jenis kanker kulit paling berbahaya.

8 Minuman Yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

Di siang hari yang terik, minuman dingin dan manis akan menggoda Anda untuk meminumnya. Selain rasanya yang menyegarkan, minuman tertentu mengandung elektrolit yang dapat mengganti cairan tubuh yang hilang setelah beraktivitas seharian. Tetapi tidak semua jenis minuman baik untuk kesehatan Anda.

Anda perlu memperhatikan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan minuman tertentu sebelum meminumnya. Beberapa minuman juga dapat memicu obesitas karena kandungan gulanya yang terlalu banyak.

Berikut 10 jenis minuman yang buruk untuk kesehatan Anda antara lain:

1. Jus kemasan
Jus yang dikemas dalam botol atau kemasan kotak bisa jadi menggunakan pemanis buatan, sehingga akan lebih sehat jika Anda minum jus buah segar buatan sendiri.

2. Coffeshake
Kopi tersebut dibuat dari susu, kopi dan secangkir besar es batu yang mengandung lebih dari 800 kalori dan sepertiga dari asupan maksimum yang dianjurkan. Akibatnya lemak jenuh akan menyumbat arteri.

3. Minuman Berasa
Minuman berasa mungkin diberikan sedikit tambahan vitamin, tapi juga sering dikemas dengan pemanis buatan. Lain kali jika Anda membeli sebotol air, periksa labelnya dan minuman berasa yang Anda pilih mengandung perasa alami.

4. Minuman Bersoda
Minuman bersoda mungkin bebas kalori, tapi juga 100 persen bebas gizi. Minum terlalu banyak soda akan membuat Anda berisiko terhadap kerusakan pada tubuh.

5. Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol meningkatkan risiko obesitas dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan lainnya. Sebuah studi dari American Cancer Society pada Maret 2011 menemukan bahwa risiko kematian akibat kanker adalah 36 persen lebih tinggi di antara orang yang minum minuman beralkohol dibanding yang tidak.

6. Limun
Kebanyakan versi limun yang dibeli di toko terbuat dari pemanis yang sama dengan yang digunakan dalam soda, dikombinasikan dengan bahan pengawet dan pewarna buatan. Per cangkirnya mengahsilkan 100 kalori dan setara dengan 6 sendok teh gula. Hal ini sama saja dengan Anda minum permen yang dicairkan.


7. Softdrink
Softdrink menggunakan gula dalam jumlah banyak dan memberikan kalori kosong yang tidak membuat Anda kenyang. Bahkan, softdrink berhubungan secara langsung dengan obesitas.

8. Minuman Energi
Ketika orang berpikir tentang minuman energi, akan mengacu pada produk yang mengandung kafein. Masalahnya adalah bahwa sebagian minuman energi terlalu banyak mengandung kafein dan gula.

Jadi sementara minuman ini hanya akan memberikan energi jangka pendek dan dapat mengganggu kinerja otak jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Lebih baik memilih teh hijau untuk mendapatkan asupan kafein yang sehat.


sumber

Manfaat dan Khasiat Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger