Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Gejala Penderita Terkena HIV Stadium Lanjut

Asalasah ~ Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang paling ditakuti karena belum ada vaksin atau obat yang bisa menyembuhkannya. Kenali gejala dari HIV untuk melakukan deteksi dini. Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Jika gejala ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan penyakit mematikan. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.

Gejala-gejala yang muncul dari HIV bisa mempengaruhi seseorang secara bertahap. Setelah virus memasuki tubuh, maka virus akan berkembang dengan cepat.

Virus ini akan menyerang limfosit CD4 (sel T) dan menghancurkan sel-sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Setiap tahapan dari infeksi akan menunjukkan gejala yang berbeda.

Tahap awal dari infeksi virus ini biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun, gejala baru akan muncul setelah dua sampai empat minggu setelah terinfeksi. Seseorang bisa mengeluh mengalami sakit kepala yang berat dan persisten disertai dengan demam.

ketika seseorang terinfeksi maka gejala awal yang muncul terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus sedang. Gejala dan tanda awal dari HIV termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, mual, diare dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau pangkal paha.

Gejala-gejala ini hampir sama dengan infeksi virus lainnya. Karena itu banyak orang yang terinfeksi HIV tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi hingga bertahun-tahun sehingga mencapai stadium lanjut. Pusat pengendalian penyakit (Center for Disease Control/CDC) mengungkapkan ada beberapa gejala yang menunjukkan stadium lanjut dari HIV yaitu:

1. Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa adanya alasan
2. Batuk kering
3. Demam berulang atau berkeringat saat malam hari
4. Kelelahan
5. Diare yang lebih dari seminggu
6. Kehilangan memori
7. Depresi dan juga gangguan saraf lainnya.

Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan mengukur jumlah sel-sel darah putih, karena biasanya seseorang dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil. HIV bukan merupakan penyakit yang mudah untuk didiagnosis, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu kenali gejala yang ada dan melakukan pemeriksaan ke dokter

HIV disebabkan kebanyakan karena perilaku gonta ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom atau orang-orang yang memakai narkoba karena gantian menggunakan jarum suntik.

Sumber

Senin, 28 Mei 2012

Makan Secara Teratur Biar Gak Gampang Gemuk

Asalasah ~ Selama ini orang mungkin berpikir bahwa penambahan berat badan itu disebabkan oleh banyaknya kalori yang dimakan. Namun menurut sebuah penelitian sebenarnya kondisi itu juga disebabkan oleh jadwal makan yang aneh atau tidak teratur.

Temuan ini yang dipublikasikan di jurnal Cell Metabolism tersebut menunjukkan bahwa membatasi waktu makan mungkin menjadi salah satu cara yang belum pernah diperhitungkan untuk membantu orang-orang menjauhi penambahan berat badan.

"Setiap organ tubuh kita memiliki jam,

"Hal itu berarti ada waktu-waktu tertentu dimana hati, usus, otot dan organ lainnya bekerja pada puncak efisiensinya dan di waktu lain saat organ-organ tersebut beristirahat," lanjut Panda.

Siklus-siklus metabolik ini sangat penting untuk menangani hal-hal seperti gangguan kolesterol. Siklus-siklus ini pun harus diaktifkan ketika kita makan dan dimatikan ketika kita tidak makan.

"Oleh karena itu, ketika tikus atau manusia sering makan sepanjang pagi dan malam, hal ini dapat mempengaruhi bahkan mengganggu siklus metabolik normal tersebut, tambahnya," katanya.

Dalam penelitian yang dilakukan, sekelompok tikus diberi makanan yang mengandung lemak tinggi dan diizinkan untuk makan kapanpun sesuai keinginannya sehingga tak mengherankan jika kemudian berat badan tikus-tikus tersebut bertambah.

Sebaliknya, sekelompok tikus lain yang pola makannya dibatasi hanya 8 jam perhari terlindung dari obesitas, padahal kedua kelompok tikus tersebut diberi makan dengan jumlah kalori yang sama.

Hasilnya, setelah 18 minggu, kelompok tikus yang makanannya dibatasi terlindung dari efek samping pola makan tinggi lemak dan metabolismenya lebih baik dibandingkan kelompok tikus yang tidak dibatasi.

Kelompok tikus tersebut pun memiliki berat badan 28 persen lebih rendah dan presentase kerusakan hatinya lebih kecil daripada kelompok tikus yang tidak dibatasi.

"Namun studi lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menunjukkan hal yang sama pada manusia," ujar peneliti. Studi-studi itu pun seharusnya tak sekedar mempelajari apa yang dimakan orang-orang tetapi juga mengumpulkan berbagai informasi tentang waktu atau jadwal makan yang ideal, ujar Panda.

"Ada alasan untuk berpikir bahwa pola makan kita telah berubah dalam beberapa tahun terakhir karena banyak orang yang punya akses besar terhadap makanan dan begadang hingga larut malam, bahkan hanya untuk menonton TV dan ketika orang terjaga, mereka pun cenderung ngemil," tandasnya. Asalasah

Sumber

Selasa, 22 Mei 2012

8 Keburukan Yang Timbul Akibat Banyak Begadang

8 Bahaya Yang Mungkin Timbul Akibat BegadangBegadang dapat menghantarkan berbagai kemungkinan munculnya penyakit. Banyak dampak buruk yang didapatkan karena kurangnya waktu tidur. Selain pekerjaan dan aktivitas sehari-hari menjadi terhambat, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai macam penyakit hadir di tubuh kita. Nah Flashners, berikut dampak buruk yang bisa dialami flashners jika waktu tidur anda kurang dari 7-9 jam per hari, dan bila tidur Anda tidak nyenyak.

1. Berbagai rasa sakit bisa timbul
Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.

2. Risiko kanker lebih tinggi
Sebelumnya mohon maap bila gambarnya ga nyambung, soalnya susah nyari gambar kanker yang ga DP. Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini terjadi karena kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa 'menghapus' manfaat latihan.

3. Memicu rasa gelisah
Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur, karena tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.

4. Tampak lebih tua
Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. "Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat," kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.

5. Stres meningkat
Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan bahwa tidur kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

6. Rentan terserang diabetes
Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel. Hal ini menyebabkan terjadinya proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.

7. Antibodi menjadi lemah
Mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya. Perbaiki kualitas tidur, maka kekebalan tubuh Anda akan meningkat.

8. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat
Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat, sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan.

Sumber: http://esabiwibowo.blogspot.com/2012/05/8-bahaya-yang-mungkin-timbul-akibat.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Jumat, 18 Mei 2012

Kerugian Minum Menggunakan Sedotan

Selama ini kita mendengar saran untuk minum beberapa jenis minuman dengan sedotan. Misalnya, minuman yang mengandung gula. Menggunakan sedotan bisa mencegah gigi berlubang dan pembusukan gigi, karena sedotan memungkinkan minuman yang mengandung gula digelontor langsung ke dalam kerongkongan.

Namun di sisi lain, selalu menggunakan sedotan untuk minum juga memberikan pengaruh kurang baik. Ingin tahu alasannya?

Gigi tetap rusak karena salah cara memakainya. Memang, sedotan bisa mengantar minuman langsung masuk ke dalam kerongkongan, tetapi itu bila Anda memasukkan sedotan ke bagian belakang mulut Anda.

Menurut Mark Burhenne, DDS, cosmetic dentist yang juga pendiri AsktheDentist.com, meskipun minum lewat sedotan, kita tetap bisa merasakan minuman itu menyentuh gigi. Hal ini disebabkan kebanyakan orang menyelipkan ujung sedotan di antara bibir dan di depan gigi, sehingga efek minuman manis yang merusak gigi masih bisa terasa.

"Orang yang menahan sedotan di antara gigi, bagian belakang giginya masih terpapar. Ingat, lidah itu terus bersentuhan dengan gigi, jadi jika ada soda atau kopi menyentuh lidah, artinya juga mengenai gigi. Ketika Anda mencicipi minuman, gigi pasti sudah terpapar," katanya.

Satu-satunya cara untuk melindungi gigi adalah dengan menaruh ujung sedotan di bagian belakang mulut, di balik gigi dan lidah, sehingga cairan akan berpindah dari gelas langsung ke belakang kerongkongan tanpa menyentuh gigi. Kira-kira, sama lah dengan menenggak minuman, dan bukan menyedot-nyedot jus atau kopi untuk menikmatinya perlahan-lahan.

Usai minum jus, teh, kopi, atau soda, Dr Burhenne menyarankan untuk berkumur dengan air putih dan menggosok gigi. Selain menetralisasi kandungan asam, cara ini juga akan meminimalkan noda minuman tertinggal pada gigi.

Sudut mulut jadi keriput. Lesley M. M. Blume, penulis buku Let's Bring Back: An Encyclopedia of Forgotten-Yet-Delightful, Chic, Useful, Curious, and Otherwise Commendable Things from Times Gone By, mengatakan bahwa mulut kita akan mengerucut ketika minum menggunakan sedotan. Bayangkan bila Anda selama bertahun-tahun menggunakan sedotan untuk minum, sudut mulut akan lebih cepat keriput. Wajah juga akan terlihat lebih tirus, namun tidak sedap dipandang. Kondisi yang sama juga akan dialami perempuan yang punya kebiasaan merokok.

"Kerutan yang Anda lakukan untuk menyedot minuman dengan sedotan menyamai apa yang dilakukan perokok ketika mereka menghisap rokoknya, yang akan menimbulkan kerutan-kerutan yang tak enak dilihat di sekitar bibir atas," ujar Dr Burhenne, mengiyakan pendapat Blume.

Bikin kembung. Siapa yang menyangka, minum pakai sedotan ternyata bisa menimbulkan masalah pencernaan karena perut Anda menyimpan terlalu banyak udara. Tak perlu membayangkan bahwa Anda baru saja membuka mulut lebar-lebar sehingga begitu banyak udara yang terhirup ke dalam tubuh. Sadar atau tidak, Anda sebenarnya menelan banyak udara ketika Anda makan atau minum. Menurut Diana Rodriquez, penulis artikel-artikel kesehatan di situs Health Day, 50 persen dari gas yang ada di dalam tubuh disebabkan karena Anda menelan terlalu banyak udara. Ketika Anda menyeruput cairan melalui sedotan, Anda juga menghirup udara. Inilah yang menyebabkan lama-kelamaan Anda akan mengalami kembung.

Nah, tentu saja, tidak berarti Anda sekarang tak boleh memakai sedotan sama sekali. Jadikan informasi ini sebagai sesuatu untuk dipikirkan. Selama Anda tidak secara rutin menggunakan sedotan, tentu tak jadi masalah.

Sumber: http://zamrudhijau.blogspot.com/2012/04/kerugian-minum-menggunakan-sedotan.html


Sabtu, 12 Mei 2012

Dampak Jok Sepeda Bagi Wanita Bersepeda

Wanita ini tertidur pulas, kayaknya cuma aktingBEROLAHRAGA memang baik untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Sayang, ada beberapa olahraga yang justru memberi efek negatif pada wanita. Bersepeda, salah satunya.

Secara spesifik, jok pada sepeda yang diduduki saat berolahraga ternyata bisa memberi dampak buruk pada kesehatan seksual. Penelitian sebelumnya menunjukkan, hal ini dapat memicu disfungsi ereksi pada pria, namun kini wanita pun turut berisiko, seperti dilansir Your Tango.

Saat Anda duduk di sepeda, saraf dan pembuluh darah pada area kewanitaan akan tertekan. Peneliti dari Universitas Yale menemukan, wanita yang bersepeda lebih sedikit merasakan sensasi pada daerah kewanitaannya daripada yang kerap berlari. Pada studi yang dilakukan pada 2006 ini, peneliti berkesimpulan bahwa hal ini disebabkan oleh desain tempat duduk tersebut.

Saat ini, peneliti dari Yale melakukan studi yang melibatkan 58 wanita yang bersepeda, setidaknya 18 kilometer sepekan. Pada penelitian tersebut, partisipan mengayuh pada sepeda tiruan yang ada di laboratorium (dengan posisi jok dan setang yang disesuaikan untuk meniru perjalanan sehari-hari). Saat penelitian berjalan, mereka harus mengatakan kepada peneliti saat merasa sakit, mati rasa, atau kesemutan sebagai akibat dari duduk di jok tersebut.

Menariknya, setang pada sepeda juga memiliki banyak hubungan dengan sensasi di bagian intim wanita. Semakin rendah setang, semakin seorang wanita harus bersandar ke depan dan meningkatkan tekanan pada organ kewanitaan.

Untuk menghindari masalah ini, para peneliti menyarankan untuk menghindari penggunaan jok yang runcing pada bagian depannya. Tujuannya untuk menghindari gangguan fungsi seksual, baik bagi pria maupun wanita.

Sumber:http://waloetzgoblogg.blogspot.com/2012/05/hati-hati-ini-efek-dari-jok-sepeda-bagi.html

Rabu, 09 Mei 2012

Dampak Makan Ayam Goreng Menjadi Gemuk

Masalah obesitas kerap dikaitkan dengan makanan. Seperti makan ayam goreng yang menjadi salah satu menu andalan restoran siap saji. Sebuah penelitian menyebutkan konsumsi daging unggas ini bisa membuat tubuh gemuk.

ayam goreng

Sebuah penelitian yang diketuai oleh Dr. Yiqun Wang dan tercatat dalam Public Health Nutrition, menunjukkan bahwa daging ayam akan membuat tubuh menjadi gemuk jika dimasak dengan proses yang cepat. Pemasakan ini juga bisa merusak nilai gizi daging ayam.

Sejak tahun 1970-an sudah diketahui, peningkatan lemak tubuh tidak hanya berasal dari apa yang dimakan. Namun juga bisa disebabkan kurangnya berolah raga dan faktor keturunan.

Kansas State University memutuskan untuk melakukan penelitian kembali di Amerika Serikat. Hasilnya tidak seperti penelitian Wang, yang terfokus pada ayam jenis boiler, studi yang dilakukan KSU akan membandingkan nilai gizi ayam yang berasal dari peternak biasa dengan daging ayam organik.

�Perbandingan kadar protein dan lemak pada ayam ras dengan ayam organik harus diteliti lebih lanjut,� ujar Dr. Elizabeth Boyle, seorang profesor peternakan di Kansas State University.

American Poultry Association (APA)juga mengusulkan agar penelitian tidak hanya menggunakan dua jenis unggas. Penelitian yang sudah berlangsung sejak bulan Februari silam diharapkan dapat terselesaikan selama enam hingga delapan bulan.

Jika hasilnya sudah diketahui, APA berharap agar membahasnya dengan gamblang. Para peternak juga harus menerima keputusan hasil penelitian. Namun mereka juga yakin bahwa daging ayam yang berasal dari peternak nilai gizinya jauh lebih baik dibandingkan dengan daging ayam organik.

Sumber:http://unikbaca.blogspot.com/2012/04/awas-makan-ayam-goreng-bikin-gemuk.html

Manfaat dan Khasiat Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger