Tampilkan postingan dengan label Arena Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arena Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

Makanan-Makanan Yang Bisa Menyebabkan Kecanduan


Makanan-Makanan Yang Bisa Menyebabkan Kecanduan - Senyawa Kimia Yang Terkandung Dalam Makanan Ternyata Dapat Membuat Kita Jadi Kecanduan, BerikutMakanan-Makanan Yang Bisa Menyebabkan Kecanduan


1. Coklat



Coklat mengandung senyawa-senyawa kimia seperti theobromine, phenyethylamine, anandamide dan tryptophan yang memberikan efek rasa senang seperti cara kerja drugs di otak. Selain itu, coklat juga mengandung alkaloid seperti pada minuman beralkohol, dan bisa menyebabkan kecanduan alkohol.


2. Keju



Beberapa studi menemukan adanya opium dalam beberapa produk susu yang umum, namun jumlahnya sedikit. Para peneliti justru lebih 'mencurigai' kasein (protein pada susu) yang juga menghasilkan senyawa mirip morfin yaitu casomorphin ketika dicerna di dalam tubuh. Selain itu, keju juga mengandung phenylethylamine yang memiliki efek merangsang orang merasa 'high'.


3. Gula



Anda sering sakit akibat memendam sendiri masalah setiap hari? Sudah saatnya Anda memiliki teman untuk berbagi dalam hal apapun dan bersenang-senang bersama mereka. Memiliki teman dan bergabung dalam sebuah komunitas dapat menurunkan kadar stres Anda. Selain itu, memiliki teman baik dapat melindungi diri Anda dari serangan jantung, mencegah infeksi dan menaikkan imunitas tubuh.


4. Burger dan daging olahan



Kombinasi dari lemak, garam dan gula di junk food memicu seseorang mencapai titik 'senang' pada makan tersebut, dan ini membuat kita menginginkan lagi dan lagi makanan tersebut, demikian menurut Profesor David Kessler, penulis The End of Overeating. Seorang peneliti di Scripps Research Institute, Florida juga memperkuat teori ini dengan menguji pada tikus.



5. Kopi



Untuk yang satu ini, banyak orang sudah menduganya. Ya, kopi juga bisa bikin kecanduan. Biang keladinya tentu saja kandungan kafein dalam kopi. Seseorang yang terbiasa minum kopi tidak bisa berhenti karena merasa tanpa kafein dia akan merasa lelah, pusing hingga depresi dan mudah tersinggung. Namun pernyataan kafein bisa menyebabkan kecanduan masih belum bisa dipastikan oleh para ilmuwan.

Jumat, 01 Juli 2011

5 Alasan Makanan Rumahan Lebih Baik

5 Alasan Makanan Rumahan Lebih Baik
Dengan kesibukan kerja yang semakin padat, kita cenderung akan kekurangan waktu untuk memasak. Akibatnya, makanan kemasan atau jajan di resto cepat saji menjadi pilihan. Karena terbiasa jajan di luar, akhirnya kita jadi melupakan esensi dari makanan rumahan.
Gaya hidup cepat saji inilah yang membuat Carlo Petrini pada pertengahan '80-an meluncurkan Slow Movement. Saat itu ia memprotes pembukaan sebuah resto cepat saji di Roma. Makanan cepat saji dianggapnya tidak menghargai kehidupan, dan tentunya juga makanan yang bermutu. Gerakan slow food yang diusungnya mendorong kita untuk memasak sendiri makanan kita, dan menikmati setiap suapannya.
"Memasak makanan secara tradisional merupakan suatu tindakan cinta," katanya pada harian The Independent. Memasak sendiri dianggap lebih menghargai kehidupan, karena kita juga tidak menuntut segala sesuatu terjadi secara instan, seperti yang terjadi di resto cepat saji.
Petrini juga menunjukkan, ada lima alasan mengapa menganut pola slow food ini menghasilkan gaya hidup yang lebih sehat:
1. Pencernaan diawali di dapur.
Sebab begitu kita menghirup aroma makanan, tubuh kita mulai memproduksi enzim-enzim yang membantu pencernaan. Semakin lama proses memasak, tubuh akan menyiapkan enzim pencernaan dengan lebih baik. Oleh karena itu, mencium aroma terong balado dan bakwan jagung yang sedang dimasak, misalnya, lebih baik daripada jika kita sekadar memasukkan pizza kemasan ke dalam microwave.
2. Mendukung keberlangsungan produksi makanan.
Kalau Anda membeli sayuran atau buah-buahan lokal, Anda membantu usaha petani lokal. Bila Anda membelinya di tukang sayuran yang lewat di depan rumah setiap hari, Anda juga akan banyak menghemat pengeluaran.
3. Makan lebih lambat akan mengurangi konsumsi kalori.
Menurut penelitian, butuh sekitar 20 menit bagi otak untuk memproses informasi bahwa kita sudah kenyang. Oleh karena itu, kalau Anda ingin menurunkan berat badan, kunyahlah makanan dengan lebih lambat.
4. Bahan makanan yang diproduksi secara lokal akan menghasilkan pilihan makanan yang lebih baik.
Dengan membeli bahan makanan yang diproduksi petani lokal, Anda akan mengurangi konsumsi makanan kemasan, karbohidrat dan gula olahan, dan cenderung mengonsumsi buah dan sayuran yang lebih sehat. Menggunakan bahan makanan lokal berarti membuat makanan tersebut matang lebih lama, dan akan mengandung lebih banyak nutrisi.
5. Membantu mengurangi stres.
Mengapa? Karena semakin kita menyadari kebiasaan makan kita, yaitu dengan makan lebih lambat di meja makan dan menikmati setiap suapannya, semakin kita memperhatikan tubuh kita. Pendeta Buddha Andy Puddicombe menyebut proses ini sebagai "meditasi makanan", dimana hal ini akan membawa perhatian kita kembali kepada kesadaran fisik dan mendorong kita menikmati setiap momennya.
Yang perlu Anda perhatikan, hindari makan sambil nonton televisi. Saat Anda makan sambil nonton televisi, Anda tidak sungguh -sungguh memperhatikan apa yang Anda makan, sehingga cenderung makan lebih banyak.

 Sumber: Kompas.com

Selasa, 14 Juni 2011

Sejuta Manfaat dan Khasiat Makan Jengkol



Bila Anda penggemar makanan tradisional, pasti Anda mengenal benda yang berbentuk bulat gepeng, kulit tipis kecoklatan, berbau dan banyak dikonsumsi orang. Benda tersebut adalah Jengkol. Jengkol atau Jering atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi 100 ton.

Tanaman jengkol berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 10-26 meter. Buahnya berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji. Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap.

Jengkol akan membuat kehebohan saat memasaknya dan setelah diproses oleh pencernaan, yaitu menimbulkan bau yang katanya tak sedap. Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.

Bau yang ditimbulkan dari jengkol itu sebenarnya cukup mengganggu, terutama bagi orang lain yang tidak ikut makan. Kalau yang makan, meskipun bau, setidak-tidaknya sudah menikmati kelezatan jengkol. Tetapi bagi orang lain yang tidak ikut merasakan, tetapi cuma kebagian baunya, akan merasa sangat terganggu. Apalagi dengan air seni yang dikeluarkannya. Jika pemakan jengkol ini buang air di WC dan kurang sempurna membilasnya, maka WC akan bau tidak enak dan mengganggu ketenangan orang lain.

Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal. Di sinilah efek yang sering ditakuti oleh orang-orang, yaitu jengkoleun atau jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuang air seni. Jika pH darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7) asam jengkolat membentuk kristal tak larut.

Risiko terkena jengkolan ini tidak tergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi, tetapi bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

Dibalik bau yang ditimbulkan jengkol, ternyata terkandung manfaat yang berguna bagi kesehatan. Menurut berbagai penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.

Khusus untuk vitamin C terdapat kandungan 80 mg pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.

Selain itu, Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.

Untuk zat besi, Jengkol mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.

Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.

Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.

Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari.

Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi. Dengan demikian, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi jengkol dan ini hanya masukan saja, bukan doktrin yang mengharuskan Anda untuk percaya dan mengikuti agar mengkonsumsi jengkol, tapi hanya sekedar Anda tahu bahwa ada khasiat dibalik sayuran polong berbau ini.



sumber http://berbagifb.blogspot.com

Manfaat dan Khasiat Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger